Sabtu, 05 Maret 2016

Lepaskan tali yang telah kau tambatkan, biarkan renggang. Lalu aku sedikit bernafas...

"BERNAFAS SEKALI LAGI"

Ingin kutanyakan sekali lagi
Mengapa engkau kala itu
Mengisi gelas-gelas kosongku
Dengan anggur penenang kalbu

Ingin kutanyakan sekali lagi
Mengapa engkau kala itu
Merembes jantungku
Membuatnya berdetak syahdu

Ingin kutanyakan sekali lagi
Mengapa engkau kala itu
Merajut pelepah rindu
Menyekapku di cadas hatimu

Ingin kutanyakan sekali lagi
Perihal kau meringkih pergi
Bahkan di pertanyaanku yang pertama
Kau enggan...
Kau membuatnya renggan
Lebur terpanggang
Cinta dan semua kata licikmu

Sekali lagi
Bolehlah sisa noktah ini
Bernafas merasakan damai
Damai antara hujan dan rinai
Laksana kapas dan pelangi
Persis...
Saat ruang terdalam ini
Belum kau sentuh dan jejaki

Makassar, 5 Maret 2016/12:59 AM

2 komentar: